Nilmaizar Tak Khawatirkan Keutuhan Skuad Persela Lamongan
Liga 1 2020 akan kembali dilaksanakan Oktober mendatang, sesuai surat keputusan PSSI yang diterbitkan Juni lalu. Selain Liga 1, Liga 2 dan 3 juga akan digulirkan pada bulan tersebut, di tengah pandemi virus corona.
PSSI juga membuat kebijakan soal kontrak pemain, dalam surat tersebut dijelaskan bahwa klub boleh menyesuaikan nilai kontrak pemain dan ofisial dalam kisaran 50 persen. Karena kondisi finansial saat ini tengah sulit.
Kebijakan tersebut tidak membuat pelatih Persela Lamongan, Nilmaizar, merasa khawatir. Menurut pelatih asal Sumatera Barat itu, pemain asing kemungkinan akan menerima kebijakan tersebut dan skuad akan tetap utuh.
“Kemarin pemain asing kami masih ada di sini, ada di apartemen, di Surabaya. Gaji mereka dibayarkan sesuai regulasi, dan mereka tidak protes dengan situasi yang ada,” ungkap mantan pelatih timnas Indonesia tersebut.
Di sektor asing, Laskar Joko Tingkir musim ini diperkuat Gabriel de Carmo, Rafael Gomes de Oliveira [Rafinha], Marquinhos Carioca dan Brian Ferreira. Dua nama terakhir baru saja direkrut, dan belum sempat dimainkan.
Sejak kebijakan gaji 25 persen, Maret-Juni, Nil belum mendengar keluhan. “Saya juga belum tanya manajemen apakah pemain asing menerima atau tidak. Tapi sampai hari ini semua kebutuhan terbayarkan,” ungkap Nil.
Mengenai persiapan tim, Nil sudah berencana akan mengumpulkan pemain dan kembali berlatih pada Agustus mendatang. Dalam waktu dekat tim pelatih dan manajemen bakal merumuskan langkah pasti persiapan tim.
“Kami akan diskusi dengan manajemen terkait untuk kepastian kapan latihan. Paling lambat kami persiapan Agustus. Tapi secara umum kami sudah siap,” tukas eks arsitek TIRA Persikabo dan Semen Padang ini.
Sebelum kompetisi ditangguhkan, Persela menelan rentetan hasil buruk dalam tiga pertandingan. Klub bernuansa biru langit ini dikalahkan Persib Bandung tiga gol tanpa balas, kalah tipis 3-2 dari PSIS Semarang, dan terakhir ditumbangkan Borneo FC (2-1).
Beruntung, hasil buruk tersebut tak akan membuat tim penghuni Stadion Surajaya ini berat untuk melanjutkan kompetisi. Karena sesuai kebijakan PSSI, bahwa kompetisi musim ini tidak diberlakukan degradasi, maka Persela aman tetap di kasta tertinggi.